mencerca setitik ilmu pengetahuan

blog adalah majalah digital.dimana padawalnya penulis memuat berita selanjutnya dimasukan dalam majalah elektronik yaitu melalui blog atau perangkat blog lainya.

Ini bakso yang digiling dari Bakso Cip


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;} @font-face {font-family:”Comic Sans MS”; panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} h2 {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; mso-outline-level:2; font-size:18.0pt; font-family:”Times New Roman”; font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:purple; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} pre {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; font-size:10.0pt; font-family:”Courier New”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.postmeta, li.postmeta, div.postmeta {mso-style-name:postmeta; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.postmeta0, li.postmeta0, div.postmeta0 {mso-style-name:post_meta; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.addcomment {mso-style-name:add_comment;} p.postdate, li.postdate, div.postdate {mso-style-name:post_date; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0cm; mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:0cm; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:48.2pt 42.55pt 48.2pt 2.0cm; mso-header-margin:35.45pt; mso-footer-margin:35.45pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:34045558; mso-list-template-ids:-1382613726;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l1 {mso-list-id:70472738; mso-list-template-ids:-467349186;} @list l1:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l2 {mso-list-id:388304665; mso-list-template-ids:-463409722;} @list l2:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l3 {mso-list-id:478306756; mso-list-template-ids:-439212344;} @list l3:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l4 {mso-list-id:1048333589; mso-list-template-ids:-1121522512;} @list l4:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l5 {mso-list-id:1781411001; mso-list-template-ids:-368523258;} @list l5:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l6 {mso-list-id:1840608991; mso-list-template-ids:1172855272;} @list l6:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} @list l7 {mso-list-id:2021614424; mso-list-template-ids:-107425486;} @list l7:level1 {mso-level-tab-stop:36.0pt; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

”Ini bakso yang digiling dari Bakso Cip, pengenyalnya juga pakai Karagenan…,” ujar Giman sambil menunjukkan hasil Bakso yang sudah matang dengan memakai pengeras yang aman, yaitu karagenan, yang terbuat dari rumput laut. Gerai, menurut Giman dalam bulan April 2007 saja berani mentargetkan sekitar 50% dari sasaran pelanggan yang dibidik.

Jangan lupa tambahkan es/air es supaya adonan daging tidak gampang buyar, atau langsung saja masukkan langsung beberapa potongan es batu dan daging ikan dalam blender.

Yg lebih suka rasa dagingnya lebih menonjol, campuran kanji/tapiokanya bisa dikurangi cukup hanya sebagai perekat adonan saja, kanji cukup 1 sendok makan saja.
Dengan sedikit kanji dan tanpa bawang putih rasa meatball tenggiri lebih natural, tapi semuanya kembali kepada selera masing

kalau pake air dingin atau di cemplungin es batu, hasilnya jadi lebih kenyal….
Mantap tipsnya ooom…. hehehehe…..

 
kalau mau kenyal
>pas ngaduk (daging, bumbu dll) dikasih es batu

http://ncc-indonesia.com/detail.php?aid=486

http://www.resepkita.com/forum/topic.asp?TOPIC_ID=1642

MEMBUAT BAKSO SENDIRI

(Seri Teknik Masak Primarasa)

BAHAN UTAMA
Daging sapi
Pilih daging sapi yang masih segar, bahkan yang masih berdarah. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin

Ikan
Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat

Udang
Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, Remas-remas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus

Ayam
Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua

TEKNIK MEMBUAT BAKSO
Membuat adonan
Untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan pisau tajam atau food processor atau blender. Setelah itu, haluskan daging, uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. Sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. Penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. Anda bias berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. Misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang. Bahan lain yang bias dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang Bombay, dll. Agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.

Membentuk adonan
Setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, Anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. Bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. Ambil segenggam adonan, remas dan tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan. Agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan Anda. Adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau masukkan ke dalam air mendidih hingga matang. Tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. Perebusan bakso biasanya berlangsung 10-15 menit. Setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang

MENYIMPAN BAKSO
Walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :
Jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.
Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.
Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.

RESEP DASAR BAKSO SAPI
Bahan :
300 gr daging sapi segar, sdt garam, 2 siung bawang putih, cincang halus, sdt merica bubuk, 1-2 sdm tepung kanji ( terigu ), 1 putih telur

1. Cincang atau giling daging sampai halus, campur bersama garam, aduk
2. Uleni sampai adonan lembut dan bisa dipulung (kurleb 30 menit). Lalu masukkan bawang putih dan merica
3. Setelah adonan rata, masukkan tepung dan putih telur, aduk sampai tercampur
4. Bentuk adonan menjadi bulatan menggunakan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih hingga bakso mengapung, angkat, tiriskan

RESEP DASAR BAKSO URAT
Bahan :
300 gr daging sengkel, 1 siung bawang putih, cincang halus, 1 sdt garam, sdt merica bubuk, 2 sdm tepung kanji, 2 putih telur

1. Haluskan sengkel dengan cara dicincang halus atau digiling
2. Tambahkan bawang putih, garam dan merica. Aduk rata, masukkan tepung kanji, aduk rata, uleni sambil masukkan putih telur hingga adonan kalis (kurleb 30 menit)
3. Bentuk adonan menggunakan 2 sendok menjadi bola-bola bakso. Rebus dalam air mendidih hingga bola-bola bakso mengapung, angkat, tiriskan

RESEP DASAR BAKSO IKAN
Bahan :
300 gr daging ikan tenggiri (fillet); 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng garing, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 4 sdm tepung kanji

1. Cincang atau blender daging ikan
2. Tambahkan bawang putih, garam dan merica, remas-remas sampai tercampur rata. Masukkan tepung kanji, aduk atau uleni sampai tercampur rata
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan menggunakan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan

RESEP DASAR BAKSO UDANG
Bahan :
300 gr udang kupas; 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng kering, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 1 sdm tepung kanji

1. Haluskan udang dengan cara diulek/dicincang halus/dipukul-pukul dengan pemukul daging
2. Uleni dan banting-banting hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. Tambahkan bawang putih, garam, merica dan tepung kaji, remas-remas hingga rata
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan.

Bahan:

Daging sapi giling 1/2 kg
Bawang putih 3 bh dihaluskan.
Tepung Sagu 50 gram
Garam secukupnya. (1 sdt)
Putih telur 1 bh
Sediakan:
Air panas/ mendidih 1 baskom
Air dingin/air es 1 baskom
Cara membuat BAKSO SAPIi:
Campur semua bahan sampai teraduk rata dan tidak melekat. dengan menggunakan tangan dan sendok. Basahkan tangan dengan air, ambil campuran daging dengan tangan dan genggam dan keluarkan pencet ambil bulatan bakso dengan sendok* dan celupkan ke air panas sampai mengapung lalu pindahkan ke air es selama 5 menit. Lakukan sampai semuanya selesai.

KUAH KALDU:

Siapkan kuah kaldu sapi tambahkan bumbu garam, merica, dan gula. Setelah didih masukan bakso sapi tadi dan masak sebentar saja.

Sajikan: siapkan mangkok isi dengan bakmi atau bihun yang sudah direbus, tuangi kuah kaldu dan baksonya taburi seledri dan bawang merah goreng.

*) saran dari pembuat bakso : pencet dengan menggunakan tangan kiri, sampe adonan keluar membulat diantara jempol dan telunjuk, ambil adonannya menggunakan sendok.

ini resep dasarnya, kita bisa bikin variasinya sendiri. misalnya dengan bikin bakso ayam (ceker ayam buat kaldu, mantap gurihnya), ato bakso ikan (di bandung biasanya banyak). ato bahkan bakso goreng dan bakso bakar buat olahan lanjutnya..

yang jelas baso kualitas terbaik pasti menggunakan daging yang segar, malah kalu bisa yang baru dipotong. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel.

gitu bro…

oiya ada beberapa rekomendasi lagi dalam memilih bahan dasar bakso..

Baso Ikan

Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat.

baso Udang

Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, Re mas -re mas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus.

baso Ayam

Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua.

terus ni teknik membuat bakso selengkapnya :
Membuat Adonan

Untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan pisau tajam atau food processor atau blender. Setelah itu, haluskan daging, uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. Sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. Penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. Anda bias berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. Misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang. Bahan lain yang bias dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang Bombay, dll. Agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.

Membentuk Adonan

Setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, Anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. Bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. Ambil segenggam adonan, re mas dan tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan. Agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan Anda. Adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau mas ukkan ke dalam air mendidih hingga matang. Tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. Perebusan bakso bias anya berlangsung 10-15 menit. Setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang.

TIPS MENYIMPAN BAKSO

Walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :
Jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.
Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.
Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.
mat mencoba bro…

bakso bakar ya bro ? gw dah pernah nyoba di malang, menurut gw sih itu pinter2 nya kita maenin bumbu saat ngebakar baksonya. gw pernah liat pas orangnya gi bakar bakso, gw perkirain ini bumbunya :

kecap manis kira2 5 sdm
mentega yang sudah dicairkan kira2 5 sdm
merica bubuk kira2 1 sdt
(kalu mau pedes, bisa ditambah bubuk cabe)

ini porsi standar bumbu, kalu jumlahnya kurang bisa ditambah sesuai perbandingannya

bahan ini semua dicampur, trus dijadikan olesan saat membakar bakso.

bakso yang enak buat bikin bakso bakar kayaknya bakso sapi, coz nyambung rasanya. trus cara ngebakarnya, kayak ngebakar sate, selama dibakar bumbu rajin2 dioles sampe baksonya agak kering dan harum.

abis kelar ngebakar bakso, bakso disajikan sambil disiram sedikit bumbu olesan tadi.

buat kuahnya, ga beda sama bakso biasa, cuman kalu bisa kaldu sapinya alami, jangan instan. mungkin dengn merebus tulang sapi. itu pasti bikin rasanya lebih mantap.

trus buat isian kuahnya, bakso bakar lebih simpel, cuman daun seledri, bihun halus, sama bawang goreng. kalu mau variasiin, bisa tambah kacang kedele goreng ato kacang polong goreng.

monggo selamat mencoba ^_^

Teknik MEMBUAT BAKSO SENDIRI


<!–
google_language = ‘en’;
google_ad_client = “pub-0304228413561294″;
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
google_ad_format = “336×280_as”;
google_ad_type = “text_image”;
//2007-07-20: acehforum
google_ad_channel = “7840374878″;
google_color_border = “ededed”;
google_color_bg = “ededed”;
google_color_link = “3e3f41″;
google_color_text = “000000″;
google_color_url = “3e3f41″;
//–>

MEMBUAT BAKSO SENDIRI

BAHAN UTAMA
Daging sapi
Pilih daging sapi yang masih segar, bahkan yang masih berdarah. Daging sapi yang bebas urat dan sedikit lemak seperti daging lemusir dan gandik akan menghasilkan bakso yang terbaik mutunya. Bisa juga dipakai daging penutup, paha depan, atau daging iga. Untuk bakso urat, pilih daging sengkel. Makin segar makin baik, karena daging sapi yang segar akan meghasilkan bakso yang kualitasnya terjamin
Ikan
Pilih jenis ikan yang berdaging putih seperti tenggiri, kakap, kerapu, belida, atau ikan gabus. Selain hasilnya tampak bersih (tidak gelap), tekstur baksonya pun lebih kenyal. Sebab ikan berdaging putih umumnya memiliki kandungan protein aktin dan myosin cukup tinggi yang membuat daging ikan lebih padat, kompak dan mudah dibentuk (tidak buyar). Bakso ikan yang bermutu baik berwarna putih, mengkilap dengan tekstur kenyal, halus dan tidak berserat
Udang
Pilih udang yang segar, buang sungutnya yang panjang, kepala dan kulitnya, Remas-remas udang secara hati-hati dengan garam, lalu cuci bersih, baru cincang halus
Ayam
Daging ayam tidak sekenyal daging sapi, tetapi kini banyak yang memanfaatkannya untuk bakso. Yang digunakan adalah daging ayam tanpa tulang. Pilih ayam yang sehat, segar dan tidak terlalu tua
TEKNIK MEMBUAT BAKSO
Membuat adonan
Untuk membuat adonan bakso, potong-potong kecil daging, kemudian cincang halus dengan menggunakan pisau tajam atau food processor atau blender. Setelah itu, haluskan daging, uleni dengan es batu atau air es (10-15% berat daging) dan garam (dan bumbu lain) sampai menjadi adonan yang kalis dan plastis sehingga mudah dibentuk. Sedikit-sedikit tambahkan tepung kanji agar adonan lebih mengikat. Penambahan tepung kanji cukup 15-20% dari berat daging, agar cita rasa daging tetap menonjol. Anda bias berkreasi dengan mencampur atau menambahkan bahan lain ke dalam adonan bakso untuk mendapatkan tekstur atau cita rasa yang lain. Misalnya, campur daging ayam dengan udang atau jamur cincang. Bahan lain yang bias dipadu dengan daging, antara lain putih telur, tepung panir, biscuit keju atau biscuit asin lainnya, soun, tahu, daun bawang, bawang Bombay, dll. Agar cita rasa bahan utama tetap menonjol, tambahkan bahan lain sedikit saja.
Membentuk adonan
Setelah mendapatkan adonan yang dikehendaki, Anda bisa langsung membentuk bakso dengan menggunakan 2 sendok. Ambil adonan dengan sendok, lalu bentuk bulat dengan bantuan sendok satu lagi. Bagi mereka yang mahir bisa menggunakan tangan. Ambil segenggam adonan, remas dan tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar dari antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan. Agar adonan tidak lengket, oleskan sedikit minyak goreng pada telapak tangan Anda. Adonan yang sudah dibentuk sebaiknya langsung direbus atau masukkan ke dalam air mendidih hingga matang. Tandanya : bola-bola bakso akan mengapung di permukaan air. Perebusan bakso biasanya berlangsung 10-15 menit. Setelah diangkat, tiriskan, dinginkan pada suhu ruang
MENYIMPAN BAKSO
Walaupun tanpa pengawet, bakso dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Bila ingin menyimpan bakso, perhatikan beberapa hal berikut :
Jika disimpan dalam lemari es (chiller), sebaiknya taruh bakso dalam wadah tertutup atau kantong plastik. Bakso tahan disimpan 5 hari.
Jika disimpan dalam freezer, taruh dalam kotak plastik atau kantong plastik tebal dan tutup rapat. Lebih baik lagi jika bakso ditaruh dalam wadah kedap udara, tahan disimpan selama 1 bulan atau lebih.
Sebelum diolah menjadi hidangan, cuci lebih dulu bakso dalam air hangat.
RESEP DASAR BAKSO SAPI
Bahan :
300 gr daging sapi segar, sdt garam, 2 siung bawang putih, cincang halus, sdt merica bubuk, 1-2 sdm tepung kanji, 1 putih telur
1. Cincang atau giling daging sampai halus, campur bersama garam, aduk
2. Uleni sampai adonan lembut dan bisa dipulung (kurleb 30 menit). Lalu masukkan bawang putih dan merica
3. Setelah adonan rata, masukkan tepung dan putih telur, aduk sampai tercampur
4. Bentuk adonan menjadi bulatan menggunakan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih hingga bakso mengapung, angkat, tiriskan
RESEP DASAR BAKSO URAT
Bahan :
300 gr daging sengkel, 1 siung bawang putih, cincang halus, 1 sdt garam, sdt merica bubuk, 2 sdm tepung kanji, 2 putih telur
1. Haluskan sengkel dengan cara dicincang halus atau digiling
2. Tambahkan bawang putih, garam dan merica. Aduk rata, masukkan tepung kanji, aduk rata, uleni sambil masukkan putih telur hingga adonan kalis (kurleb 30 menit)
3. Bentuk adonan menggunakan 2 sendok menjadi bola-bola bakso. Rebus dalam air mendidih hingga bola-bola bakso mengapung, angkat, tiriskan
RESEP DASAR BAKSO IKAN
Bahan :
300 gr daging ikan tenggiri (fillet); 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng garing, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 4 sdm tepung kanji
1. Cincang atau blender daging ikan
2. Tambahkan bawang putih, garam dan merica, remas-remas sampai tercampur rata. Masukkan tepung kanji, aduk atau uleni sampai tercampur rata
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan menggunakan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan
RESEP DASAR BAKSO UDANG
Bahan :
300 gr udang kupas; 1 siung bawang putih, potong tipis, goreng kering, remas; sdt garam; sdt merica bubuk; 1 sdm tepung kanji
1. Haluskan udang dengan cara diulek/dicincang halus/dipukul-pukul dengan pemukul daging
2. Uleni dan banting-banting hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. Tambahkan bawang putih, garam, merica dan tepung kaji, remas-remas hingga rata
3. Bentuk adonan menjadi bulatan dengan 2 sendok. Rebus dalam air mendidih sampai bakso mengapung, angkat, tiriskan.

__________________

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada TS yg telah bersusah payah menulis materi isi thread ini, mudah-mudahan comment dari saya akan sangat membentu TS dan kawan kawan sekalian… Apabila commentnya belum muncul, brarti itu masih dalam proses pengeditan yg baku!! Sekali lagi PERTAMA-TAMA terimakasih!!

kopi moka

Bahan :
2 sendok makan kopi instan
150 ml air
100 ml susu cair
100 gram es krim vanili
2 sendok makan sirup vanili

Cara Membuat :

  1. Seduh kopi dalam air yang didihkan. Tambahkan susu, aduk rata. Dinginkan dalam lemari es.
  2. Tambahkan es krim dan sirup lalu blender hingga tercampur dan berbusa.
  3. Sajikan dingin.

Untuk 4 porsi

Sumber : Sedap Sekejap, 8/III/2002

Coffee Float

Enak .. yamiiiii

Bahan :
500 ml air
2 sendok makan kopi instan Nescafe
200 ml cola
150 gram es krim rasa moka
es batu untuk menyajikan

Cara Membuat :

  1. Didihkan air lalu seduh kopi, aduk dan dinginkan.
  2. Tambahkan cola lalu tuang ke dalam gelas yang ditambah es batu.
  3. Tuang es krim lalu aduk hingga berbusa

Untuk 4 porsi

Sumber : Sedap Sekejap, 8/iii/2002

Susu Jahe

Bahan :
7 g (1 bungkus) agar-agar bubuk putih
30 g cokelat bubuk
75 g gula pasir
500 ml air
750 ml susu segar
100 g gula pasir
1 batang serai, ambil bagian yang putih, memarkan
2 cm jahe, memarkan
1/8 sendok teh garam
150 g nata de coco, siap beli
30 g pacar cina, siap beli, tiriskan

Cara Membuat :

  1. Aduk rata agar-agar bubuk, cokelat bubuk dan gula pasir. Masak bersama air di atas api sedang sampai agar-agar matang dan mendidih.
  2. Angkat dan tuangkan ke dalam loyang sesuai selera yang sudah dibasahi air. Biarkan agar-agar membeku. Potong dadu seukuran nata de coco (1 1/2 x 1 1/2 cm)
  3. Didihkan susu, gula pasir, serai, jahe dan garam sambil aduk sampai gula larut. Angkat.
  4. Masukkan pacar cina, aduk rata dan biarkan dingin. Tambahkan potongan agar-agar dan nata de coco, aduk rata.
  5. Sajikan dalam gelas saji bersama es batu jika suka.

Untuk 8 gelas.

http://www.auliahazza.com/category/ice/

http://masukdapur.blogdetik.com/page/3/

es kopyor fantasi

Bahan Kopyor :
800 ml santan kental
2 bungkus agar-agar putih
50 gram gula pasir
1/4 sendok teh garam
sirup pandan (sesuai selera)
air secukupnya

Pelengkap :
200 gram sari kelapa
25 gram selasih
10 buah mata nangka, potong kotak
sirup pandan/sesuai selera

Cara Membuat :

  1. Rebus santan, agar, gula, dan garam sampai mendidih. Tuang adonan agar-agar panas ke dalam bongkahan es batu satu sendok demi satu sendok. Lepaskan lembaran yang sudah mengeras.
  2. Campur lembaran agar (kopyor fantasi) dengan pelengkap. Tambahkan sirup, air secukupnya, dan es batu. Sajikan dingin.

Untuk 10 gelas
Sumber : Sedap Sekejap, September 2000

Embun Laguna

Creation from Selera Magazine, Indonesia, October 1993

Penampilannya misterius ! Setelah dicoba, rasanya dapat dibanggakan.

Bahan-bahan :
300 ml santan kental
100 g gula aren
4 lembar daun pandan, selembarnya 10 cm
Sejumput garam
300 g daging buah rambutan (dalam kemasan)
100 g daging kelapa kopyor, dikeruk
Es batu secukupnya

Membuatnya :

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang memerlukan perlakuan demikian.
  2. Campurkan santan kental, gula aren, daun pandan, dan garam. Didihkan di atas api kecil hingga gula aren larut. Angkat dan saring.
  3. Campurkan daging buah rambutan, daging kelapa kopyor dengan santan tahap 2, dan es batu secukupnya. Sajikan dingin.

Untuk 5 porsi. Lama pembuatan kurang lebih 15 menit

Bias Telaga Warna


Original Ice from Selera Magazine, Indonesia. Edition October 1993

Dingin menyegarkan

Bahan-bahan :
50 ml sirop mawar
50 ml susu kental manis
200 ml air matang
250 g cincau hijau
200 g daging kelapa kopyor, dikeruk
es batu secukupnya

Membuatnya :

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang memerlukan perlakuan demikian.
  2. Campurlah sirop mawar dengan susu kental manis dan air. Aduk rata.
  3. Ambillah gelas serasi besar, letakkan 3-4 sdm cincau hijau, 4 sdm daging kelapa kopyor, 50 ml campuran sirop tahap 2, dan es batu secukupnya. Hidangkan dingin.

Untuk 4 gelas. Lama pembuatan kurang lebih 20 menit.

Kopyor On The Rocks

Original Ice from Selera Magazine, Indonesia. Edition October 1993

Es gepuk menjadi dasar yang sejuk menawan

Bahan-bahan :
1 bungkus agar-agar tanpa warna
75 gram gula pasir
600 ml air
sejumput garam
150 g daging kelapa kopyor, dikeruk
100 ml sirop mawar
es gepuk secukupnya

Membuatnya :

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang memerlukan perlakuan demikian.
  2. Campurkan agar-agar, gula pasir, air, dan garam. Didihkan hingga gula pasir larut. Tambahkan 100 g daging kepala kopyor dan aduk hingga rata. Ambillah cetakan serasi besar, basahi dengan air matang. Tuangkan campuran agar-agar di dalamnya. Dinginkan hingga mengeras. Jika sudah mengeras, dipotong-potong serasi.
  3. Ambillah gelas serasi besar, letakkan setiap kali 3 – 4 potong agar-agar tahap 2, 1 sdm daging kelapa kopyor, 25 ml sirop mawar, dan es gepuk secukupnya. Siap disajikan.

Untuk 4 porsi. Lama pembuatan kurang lebih 20 menit.

Gelato Pronto

This is an Italian favorite with layers of ice cream, chocolate sauce and cream.

1 oz (30 g) dark or semisweet baking chocolate
1 oz (30 g) milk chocolate or coffee-flavored chocalate
3 tbsp (45 mL) custard powder
1/2 cup (125 mL) white sugar
7-8 tbsp (100 – 120 mL) cocoa powder
2 1/2 cups (625 mL) milk
1 tsp (5 mL) vanilla extract
1 1/2 cups (375 mL) whipping cream
3/4 cup (185 mL) whole blanched almonds

Topping
2/3 cup (165 mL) whipping cream
1 tbsp (15 mL) sugar
few drops vanilla extract
2 oz (60 g) dark or semisweet baking chocolate

Grate dark chocolate into one mixing bowl, and milk or coffee-flavored chocolate into another.

Dissolve custard powder, sugar and cocoa ini 1/4 of the milk. Heat rest of milk in a pan. Stir in custard mixture and cook for 3 minutes, beating constantly. Add vanilla.

Remove from heat and divide custard between the 2 mixing bowls containing grated chocolate. Stir custard into each one until chocolate is melted.

Allow custard mixtures to cool, beating from time to time to prevent a skin forming. In another bowl, beat whipping cream until thick.

When custards are almost cold, beat half the cream into each one. Place mixtures in 2 freezer trays. Freeze until they start to form ice but are still soft. Transfer to separate bowls and beat thoroughly. Freeze until firm.

To make topping, beat cream with sugar and vanilla. Melt chocolate in a double-boiler over hot water.

When ready to serve, divide scoops of ice cream between 6 ice cream glasses, mixing the 2 flavors. Sprinkle almonds over ice cream balls, reserving 6 for granishing.

Top each glass with whipped cream, pour melted chocolate over and garnish with a single almond on each. Serve immediately.

Serves 6

Source : The Chocolate Lovers’ Cookbook by Juliet Cobb
Handmade chocolate recipes by Jilly Brain and Dale Wohler
Handmade chocolates tested by Ruth Hewitt

Chocolate Ice Cream

5 egg yolks
2/3 cup (165 mL) white sugar
2 cups (500 mL) milk
7-8 tbsp (100 – 120 mL)
cocoa powder

Whisk egg yolks and sugar until mixture is thick and creamy.

Heat milk in a saucepan, and when it is almost boiling, whisk in cocoa powder. Add boiling chocolate milk gradually to eggs and sugar, stirring continuously, and mix well. Pass mixture through a sieve.

Pour into a clean saucepan, and stir over low heat with a wooden spoon until mixture coats back of spoon. Transfer mixture to an ice cream churn and churn until frozen, or pour into freezer tray and freeze, stirring from time to time.

Press frozen ice cream into a mold and return to freezer. To serve, dip mold in hot water for a few seconds and invert ice cream onto chilled plate.

Serves 6

Source : The Chocolate Lovers’ Cookbook by Juliet Cobb
Handmade chocolate recipes by Jilly Brain and Dale Wohler
Handmade chocolates tested by Ruth Hewitt

Es Mambo Padat Gizi

Original Creation from Selera Magazine, Indonesia. No. 5/TH/XV/MEI/1996

Bahan :
100 g kacang hijau kering
150 g nanas, potong dadu
150 g pepaya, potong dadu
2 gelas susu segar/susu bubuk yang dicairkan
100 ml sirup warna merah (rasa stroberi/coco pandan)

Cara Membuat :

  1. Rendam kacang hijau, rebus dengan sedikit air atau dikukus sampai empuk.
  2. Campurkan rebusan kacang hijau, potongan buah, susu dan sirup.
  3. Cetak dalam cetakan loli atau masukkan ke dalam kantong es mambo.
  4. Masukkan dalam freezer. Kalau sudah keras siap disantap.

Untuk 20 loli/15 es mambo.

November 10, 2008 Ditulis oleh 4wand4 | Bakso | | 1 Tanggapan

Kontroversi Dzikir Bersama


Polemik: Kontroversi Dzikir Bersama (1)

Ketika saya hadir dalam acara dzikir bersama di masjid Istiqlal Jakarta tgl. 18 Agustus 2003, banyak telepon dan SMS ke handphone saya, yang menanyakan, menyesalkan, mengkritik dan mencerca tindakan saya menghadiri majelis tersebut. Namun ada pula yang senang dan gembira dengan penampilan saya di majelis tersebut. Dengan berbagai sorotan antara pro dan kontra terhadap kehadiran saya di majelis tersebut, saya merasa perlu untuk memberi keterangan di majalah yang kita sayangi ini, berbagai masalah yang mengganjal pikiran banyak orang. Semoga Allah membukakan hati kita untuk melihat yang benar itu adalah kebenaran dan kita diberi kekuatan untuk mengikutinya dan yang salah itu adalah salah serta kita diberi kekuatan untuk menjauhinya.

MAJELIS DZIKIR DAN HALAQAH DZIKIR DALAM HADITS-HADITS NABI SHALLALLAHU `ALAIHI WA ALIHI WASALLAM

Terdapat beberapa hadits-hadits Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam yang memberitakan keutamaan majelis-majelis dzikir dan halaqah-halaqah dzikir di sisi Allah Ta`ala. Juga hadits-hadits tersebut memberitakan adanya halaqah-halaqah dzikir di kalangan para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam di masa hidupnya Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Hadits-hadits itu antara lain adalah sebagai berikut:

1). Keutamaan majelis dzikir:

Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang berputar-putar di jalan-jalan untuk mencari orang-orang yang berdzikir. Maka bila mereka mendapati satu kaum yang sedang berdzikir kepada Allah, maka mereka pun saling panggil-memanggil dengan menyatakan: Kemarilah kalian karena di sini ada yang kalian cari.”

Selanjutnya Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam menceritakan: “Maka para Malaikat itu merendahkan sayap-sayap mereka, demikian bertumpuk-tumpuk sampai ke langit terdekat (dengan bumi).”

Kata Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam : “Maka Tuhan mereka Yang Maha Agung dan Maha Mulia menanyai mereka –dan Dia lebih tahu dari mereka–: “Apa yang diucapkan oleh hamba-hamba-Ku?” Maka para malaikat itu menjawab: “Mereka bertasbih kepada-Mu (yakni mengucapkan subhanallah ), dan mereka bertakbir kepada-Mu (yakni mengucapkan Allahu akbar ), dan mereka bertahmid kepada-Mu (yakni mengucapkan alhamdulillah ), dan mereka mengagungkan Engkau.”

Kemudian Allah menanyai mereka para malaikat itu: “Apakah mereka yang berdzikir itu pernah melihat Aku?” Para Malaikat pun menjawab: “Tidak, demi Allah mereka tidak pernah melihat Engkau.” Allah menanyakan lagi: “Bagaimana seandainya mereka melihat Aku.” Maka para Malaikat pun menyatakan: “Seandainya mereka melihat Engkau, niscaya ibadah mereka kepada-Mu akan lebih kuat, dan mereka akan lebih kuat semangatnya dalam mengagungkan-Mu, dan lebih banyak bertasbih kepada-Mu.”

Kemudian Allah menanyai para malaikat itu: “Maka apakah yang diminta dari-Ku?” Para malaikat pun menjawab: “Mereka meminta dari-Mu surga.” Allah bertanya lagi kepada para Malaikat-Nya: “Apakah mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Tidak pernah mereka melihatnya demi Allah wahai Tuhan.” Selanjutnya Allah bertanya lagi: “Bagaimana pula kalau mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Seandainya mereka pernah melihatnya, niscaya mereka akan lebih besar keinginannya untuk mendapatkannya, dan lebih kuat semangatnya untuk memintanya serta lebih semangat untuk mencapainya.” Allah bertanya lagi: “Dan apakah yang mereka berlindung daripadanya?” Para Malaikat itu menjawab: “Mereka memohon perlindungan kepada-Mu dari api neraka.” Ditanyakan pula oleh-Nya: “Apakah mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Tidak, demi Allah mereka belum pernah melihatnya.” Kemudian Allah menanyakan lagi: “Bagaimana pula kalau seandainya mereka pernah melihatnya?” Dijawab: “Mereka akan lebih kuat semangat larinya dan akan lebih takut daripadanya.” Maka Allah menyatakan kepada para Malaikat itu: “Aku jadikan kalian sebagai saksi, bahwa Aku mengampuni dosa-dosa mereka.” Maka berkatalah salah satu dari para Malaikat itu: “Di majelis dzikir itu ada si fulan yang sesungguhnya bukan dari mereka yang berdzikir itu. Dia datang ke majelis itu untuk satu keperluan.” Allah-pun menjatakan: “Mereka itu adalah majelis yang tidak akan celaka siapa pun yang duduk di majelis itu.” (HR. Bukhari dalam Shahih nya, lihat Fathul Bari juz 11 hal. 208 no hadits 6408 Kitabud Da’awaat bab Fadl-lu Dzikrillahi `Azza wa Jalla )

2). Halaqah dzikir yang dilakukan oleh para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam dan dipuji oleh beliau shallallahu `alaihi wa alihi wasallam :

Abu Said Al-Khudri radliyallahu `anhu menceritakan: Mu’awiyah bin Abi Sufyan pernah keluar dari rumahnya menuju masjid, dan mendapati di masjid itu halaqah (posisi duduk segerombol orang dengan formasi lingkaran). Maka Mu’awiyah menanyai mereka: “Untuk apa kalian duduk-duduk di sini?” Mereka pun menjawab: “Kami duduk untuk berdzikir kepada Allah.” Mua’wiyah pun mengulang pertanyaannya sembari memastikan: “Demi Allah kalian tidak duduk di sini kecuali untuk itu?” Mereka pun menjawab: “Demi Allah, kami tidak duduk di sini kecuali untuk itu.” Maka Mu’awiyah menyatakan kepada mereka: “Tidaklah aku meminta kalian bersumpah karena aku mencurigai kejujuran kalian. Dan tidaklah ada seorang pun yang kedudukannya dekat dengan Nabi yang lebih sedikit dariku dalam meriwayatkan hadits Nabi. Dan sesungguhnya Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam pernah di suatu hari keluar dari kamarnya ke masjid beliau dan mendapati satu halaqah dari para Shahabat beliau. Maka beliau pun menanyakan kepada mereka yang duduk di halaqah itu: ((“Mengapa kalian duduk di sini?”)) Mereka pun menjawab: ((“Kami duduk di sini adalah untuk berdzikir kepada Allah dan bertahmid kepada-Nya karena Dia telah menunjuki kami kepada Islam dan telah memberi kami kenikmatan dengan agama ini.”)).

Kemudian Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam mengatakan kepada mereka: ((“Demi Allah kalian tidak duduk di sini kecuali untuk keperluan itu?”)). Maka merekapun segera menjawab: ((“Demi Allah kami tidak duduk di sini kecuali untuk keperluan tersebut.”)). Setelah mendapat jawaban demikian beliau pun menyatakan kepada mereka: ((“Ketahuilah, sesungguhnya aku tidaklah meminta kalian bersumpah karena aku mencurigai kalian. Akan tetapi, telah datang kepadaku malaikat Jibril. Dia memberitahukan kepadaku bahwa Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia telah berbangga dengan majelis kalian di hadapan para Malaikat-Nya.” (HR. Muslim dalam Shahih nya juz 17 hal. 190 Kitab Adz-Dzikir wad Du’a wat Taubah wal Istighfar , Bab Fadl-lul Ijtima’ `ala Tilawatil Qur’an wa `ala Adz-Dzikri . Hadits ke 2701/40).

3). Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam Memerintahkan Kita untuk Duduk di Halaqah-Halaqah Ddzikir

“Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka hendaklah kalian bersenang-senang padanya.” Para Shahabat beliau bertanya: “Wahai Rasulallah, apakah yang engkau maksud dengan taman-taman surga?” Beliau pun menjawabnya: “Halaqah-halaqah dzikir.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan nya juz 5 hal. 498 Kitabud Da`awat bab Ma Ja`a fi Aqdit Tasbih bil Yadi no hadits 3510 dari Anas bin Malik radliyallahu `anhu )

Demikianlah tiga hadits dari sekian banyak hadits shahih yang menegaskan keutamaan majelis dzikir dan adanya majelis dan halaqah dzikir di kalangan para Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam . Bahkan Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam memerintahkan untuk ikut duduk di halaqah dzikir itu.
MAKNA MAJELIS ATAU HALAQAH DZIKIR

Tentang makna majelis dzikir dan halaqah dzikir yang disebutkan dalam hadits-hadits tersebut di atas, telah diterangkan oleh Al-Imam Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani rahimahullah (wafat th. 852 H) dalam Fathul Bari nya jilid 11 hal. 209 sebagai berikut: “Dan yang dimaksud dengan dzikir di sini ialah membawakan lafadh-lafadh yang telah diriwayatkan anjuran untuk melafadhkannya dan memperbanyak mengucapkannya, seperti lafadh-lafadh yang dinamakan Al-Baqiyatus Shalihat, yaitu ucapan subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar , dan lafadh-lafadh yang digabungkan dengannya seperti Al-Hauqalah (yaitu ucapan La haula wala quwwata illa billah ), Al-Basmalah (yaitu ucapan bismillahir rahmanir rahim ), Al-Hasbalah (yaitu ucapan hasbunallah wani’mal wakil ), dan Al-Istighfar (yaitu ucapan astaghfirullah ) dan semisal itu serta doa meminta kebaikan dunia dan akherat. Diistilahkan dengan sebutan dzikir kepada Allah pula bila orang terus-menerus menjalankan amalan yang diwajibkan atau disunnahkan, seperti membaca Al-Qur’an dan membaca hadits, mempelajari ilmu agama, dan shalat sunnah.”

Kemudian Ibnu Hajar menambahkan di halaman 213:

“Dan dalam hadits ini terdapat keterangan yang menunjukkan keutamaan dzikir dan keutamaan orang-orang yang berdzikir. Dan juga menunjukkan keutamaan berkumpul untuk berdzikir. Diterangkan pula bahwa orang yang duduk bersama mereka yang berkumpul dalam rangka berdzikir itu adalah dianggap termasuk dari orang-orang yang berkumpul untuk berdzikir dalam segala keutamaan yang Allah berikan kepada mereka, sebagai kemuliaan bagi mereka walaupun orang yang duduk di situ tidak ikut dalam pokok amalan dzikir yang dilakukan di situ.”

BEBERAPA PENGINGKARAN PARA ULAMA’ TERHADAP MAJELIS DZIKIR DAN HALAQAH DZIKIR

Kita perlu memahami beberapa pengingkaran para Ulama’ terhadap berbagai majelis dzikir yang ada di zaman beliau-beliau itu. Agar kita mengerti duduk permasalahan yang sesungguhnya seputar masalah ini. Untuk itu saya nukilkan berbagai pengingkaran tersebut sebagai berikut :

1). Al-Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abdurrahman bin Al-Fadlel bin Bahram Ad-Darimi rahimahullah (meninggal pada th. 255 H) dalam Sunan nya membawakan sebuah riwayat pengingkaran Shahabat Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam bernama Abdullah bin Mas’ud radliyallahu `anhu terhadap halaqah-halaqah dzikir yang ada di jaman beliau. Riwayat tersebut adalah sebagai berikut:

“Telah menceritakan kepada kami Al-Hakam bin Al-Mubarak, dia mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Umar bin Yahya, dia mengatakan: Aku telah mendengar ayahku yang menceritakan apa yang didengarnya dari ayahnya, dia menyatakan: Kami sedang duduk di depan pintu rumah Abdullah bin Mas’ud menjelang shalat subuh. Kebiasaannya bila beliau keluar dari rumahnya, kami pun berjalan bersamanya ke masjid untuk shalat berjama’ah di sana. Di saat kami sedang menunggu Abdullah bin Mas’ud keluar dari rumahnya, tiba-tiba datanglah Abu Musa Al-Asy’ari dan beliau bertanya kepada kami: “Apakah Abu Abdurrahman telah keluar menemui kalian?” Kami pun menjawab: “Belum.” Maka Abu Musa akhirnya duduk bersama kami di depan pintu rumah Abdullah bin Mas’ud sampai beliau keluar dari rumah untuk menuju masjid. Ketika beliau keluar, kami semua berdiri menyambutnya. Maka Abu Musa pun menyatakan kepadanya: “Wahai Aba Abdirrahman, aku barusan melihat di masjid suatu kejadian yang engkau ingkari, akan tetapi aku tidak melihatnya alhamdulillah kecuali kebaikan.” Maka beliau pun bertanya: “Apakah kejadian yang engkau maksudkan?” Abu Musa menjawab: “Bila engkau sampai di masjid engkau akan melihatnya. Aku melihat di sana ada sekelompok orang yang duduk berhalaqah-halaqah untuk menanti shalat. Pada setiap halaqah itu ada seorang pria yang memimpin mereka dan di tangan mereka ada batu kerikil. Pimpinan mereka berkata: ((“Bertakbirlah seratus kali.”)). Maka mereka pun bertakbir seratus kali. Kemudian pimpinan mereka menyatakan: ((“Bertahlillah seratus kali!”)), maka mereka pun bertahlil seratus kali. Selanjutnya pimpinan mereka menyatakan: ((“Bertasbihlah seratus kali!”)), maka mereka pun bertasbih seratus kali.” Abdullah bin Mas’ud kemudian menyatakan kepada Abu Musa: “Lalu apa yang engkau katakan kepada mereka?” Abu Musa menjawab: “Aku tidak berkata apapun kepada mereka, karena aku menanti pendapatmu dan perintahmu.” Ibnu Mas’ud mengatakan: “Tidakkah sebaiknya engkau perintahkan kepada mereka untuk menghitung kejelekan-kejelekan mereka dan engkau katakan kepada mereka bahwa kebaikan mereka itu sesungguhnya terjamin dan tidak akan disia-siakan.” Kemudian Abdullah bin Mas’ud berjalan menuju masjid dan kami pun berjalan bersamanya. Ketika beliau masuk masjid dan mendatangi satu halaqah dari halaqah mereka itu, beliau pun berdiri di hadapan mereka sembari beliau menyatakan kepada mereka: “Perbuatan apa ini yang aku lihat sedang kalian lakukan?” Maka mereka pun menjawab: “Wahai Aba Abdir Rahman, ini adalah kerikil yang kami pakai untuk menghitung takbir, tahlil dan tasbih kami.” Maka Abdullah bin Mas’ud menyatakan kepada mereka: “Hendaklah kalian menghitung kejelekan-kejelekan kalian, karena kita menjamin bahwa kebaikan-kebaikan kalian tidak akan hilang sia-sia sedikit pun. Celaka kalian wahai Ummat Muhammad, betapa cepatnya kebinasaan kalian. Para Shahabat Nabi kalian masih ada dan baju Nabi masih belum rusak dan bejana-bejana peninggalan beliau masih belum pecah. Demi yang diriku ada ditangan-Nya, sesungguhnya kalian dalam keadaan salah satu dari dua kemungkinan, apakah kalian dalam keadaan lebih baik dari agama yang diajarkan oleh Muhammad shallallahu `alaihi wa wasallam (dan yang demikian itu tidak mungkin terjadi, pent), atau kalian sedang membuka pintu kesesatan.” Mereka yang duduk di halaqah tersebut menyatakan kepada Abdullah bin Mas’ud: “Demi Allah, kami tidak menginginkan kecuali kebaikan wahai Aba Abdirrahman.” Maka beliau pun menyatakan: “Betapa banyaknya orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak bisa mencapainya selama-lamanya. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wasallam telah menceritakan kepada kami bahwa akan adanya kaum yang membaca Al-Qur’an tetapi bacaannya tidak melampaui kerongkongan mereka. Demi Allah, saya tidak tahu barangkali mayoritas mereka itu adalah kalian.” Kemudian Abdullah bin Mas’ud berpaling dari mereka setelah menasehati mereka.

Amer bin Salamah berkata: “Kami melihat setelah itu bahwa mayoritas orang-orang yang duduk-duduk di halaqah-halaqah itu adalah orang-orang dari kalangan Khawarij yang memerangi kami di peperangan Nahrawan.” Demikian riwayat ini dibawakan oleh Al-Imam Ad-Darimi dalam Sunan nya jilid 1 hal. 68 – 69.

Riwayat ini menegaskan pengingkaran Abdullah bin Mas’ud terhadap cara berdzikir yang ada di halaqah tersebut. Yaitu menghitung dzikir dengan batu yang dinilai oleh beliau sebagai amalan bid’ah, dan bukan pengingkaran terhadap dzikir bersama yang dilakukan padanya.

2). Al-Hafidh Al-Imam Jamaluddin Abil Faraj Abdurrahman bin Al-Jauzi Al-Baghdadi rahimahullah (wafat th. 597 H) menerangkan dalam kitab beliau Talbis Iblis halaman 393 sebagai berikut:

“Dan iblis sungguh telah menipu sebagian besar orang awam yang hadir di majelis-majelis dzikir. Mereka ikut menangis di dalamnya dan mereka menganggap bahwa hanya dengan begitu telah cukup dalam mencapai keutamaan majelis dzikir. Seandainyalah mereka tahu bahwa yang dituju dengan menghadiri majelis dzikir itu ialah untuk beramal dengan ilmu yang diterangkan padanya. Bila seseorang tidak beramal dengan ilmu yang dia dengar, maka apa yang didengarnya itu akan menjadi saksi yang memberatkannya di hari kiamat. Dan sungguh aku mengetahui adanya sekelompok orang yang menghadiri majelis-majelis dzikir sejak bertahun-tahun dan mereka menangis padanya dan mereka menghadirinya dengan penuh kekhusyu’an. Tetapi tak seorang pun dari mereka ini berubah dari kebiasaan yang biasa mereka perbuat yaitu perbuatan riba, menipu dalam berjual beli serta tidak berubah pula kejahilannya tentang rukun-rukun shalat. Juga tidak berubah dari kebiasaan ber ghibah (menggunjing) terhadap kaum Muslimin dan durhaka kepada kedua orang tua. Mereka yang demikian keadaannya itu telah ditipu oleh iblis dengan menampakkan kepada mereka bahwa menghadiri semata majelis dzikir itu dan menangis padanya akan menghapuskan dosa-dosanya. Aku berpandangan, seandainyalah mereka menghadiri majelis-majelisnya para Ulama’ dan orang-orang shalih, niscaya ia akan menggugurkan dosa-dosa mereka. Sebagian orang-orang yang hadir di majelis dzikir itu disibukkan dengan berangan-angan dalam keharusan bertaubat dari kemaksiyatan kepada Allah sehingga mereka tertunda-tunda untuk bertaubat dari dosa mereka. Sebagiannya lagi, adanya orang-orang yang menghadiri majelis dzikir itu untuk sekedar senang mendengar ungkapan yang ada padanya tetapi mereka terus-menerus saja mengabaikan keharusan beramal.”

Maka yang dikecam oleh Ibnul Jauzi disini adalah orang-orang yang tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari majelis dzikir itu. Tidak mendapatkan tambahan ilmu dan tidak pula mendapatkan tambahan amal. Jadi bukanlah beliau mengecam majelis dzikir tersebut, tetapi yang dikecamnya adalah orang-orang yang hadir padanya tetapi tidak berubah ilmu dan amalnya kepada kebaikan.

3). Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Taimiyah rahimahullah (wafat th. 728 H) menerangkan berbagai kemungkaran yang terjadi pada majelis-majelis dzikir sebagai berikut:

“Adapun dzikir dengan menyebut nama Allah semata, baik penyebutan namanya secara langsung (yaitu seperti menyebut lafadh Allah, Allah, Allah, Allah…., pent) ataukah dengan menyebut dlamir nya (yaitu lafadh pengganti seperti menyebut lafadh Hua, Hua, Hua, Hua yang artinya ialah Dia, Dia, Dia, Dia…., pent) adalah perbuatan bid’ah dalam Syariat ini. Juga secara bahasa dan perkataan Arab, kalimat tersebut salah. Karena nama tunggal (yakni penyebutan nama semata tanpa digandengkan dengan kata yang lainnya, pent) bukanlah ia sebagai kalimat pernyataan iman dan bukan pula kalimat pernyataan kufur.” Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jilid 10 halaman 398.

Syeikhul Islam banyak membahas majelis yang sering dinamakan Majelis As-Sima’ atau terkenal juga dengan majelis yang padanya dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu `alaihi wa alihi wasallam serta bait-bait syair yang dinyanyikan dengan irama-irama tertentu. Beliau mengingatkan adanya kemungkaran dalam majelis-majelis demikian, seperti penabuhan gendang dan alat-alat musik lainnya, bertepuk-tepuk tangan, bersiul-siul, dan berteriak-teriak dalam berdzikir kepada Allah. Juga dzikir yang mengandung lafadh tawassul yang syirik serta bid’ah. Semua hal tersebut adalah perkara-perkara yang diingkari oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. (lihat Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah jilid 10 dan 11).
Semua pengingkaran para Ulama’ sebagaimana tersebut, telah saya pelajari dan ketika semua itu saya teliti pada majelis dzikir yang dipandu oleh saudara Muhammad Arifin Ilham, hal-hal kemungkaran tersebut tidak saya dapati dan bila kadang-kadang terdapat pada sebagian yang hadir, maka pemandu segera menegurnya dan melarangnya. Ini yang saya saksikan pada mereka. Adapun berkenaan dengan dzikir yang disuarakan bersama dan dikomandoi dengan satu komando, hal ini ada catatan tersendiri berkenaan pengingkaran kepadanya oleh Al-Imam As-Syathibi rahimahullah untuk kita telaah secara ilmiah. ( B E R S A M B U N G)

.

Al Ustadz Ja’far Umar Thalib

http://alghuroba.org/dzikir.php

November 8, 2008 Ditulis oleh 4wand4 | AGAMA | | Belum Ada Tanggapan

Gimana bunyi akad nikah?

ada yg tw ga, gimana lafadz akad nikah baik dalam bahasa arab maupun bahasa indonesia,
baik yg diucapkan wali maupun calon suami?
thx
  • 6 bulan lalu
1. LAFAD ARAB IJAB KABUL

for everyone
Dalam ijab dan qobul pernikahan, seringnya penghulu (atau siapapun yang mengakadkan) memakai tambahan-tambahan yang sifatnya “tidak wajib”. Namun tambahan apapun yang mereka berikan, tidak akan keluar dari pernyataan di bawah ini:

اَنْکَحْتُكَ وَ زَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ …. بِنْتِ …. عَلَی الْمَهْرِ ….

(Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka …. Binti …. alal Mahri ….)

Artinya:
“Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu …. puteri ….. dengan mahar …..”

Itu jika yang mengakadkan orang lain; bukan ayah mempelai perempuan. Namun ayahnya langsung yang menikahkan maka setelah kata “pinanganmu” (مخطوبتك) bisa ditambah dengan dengan kata “puteriku” (بنتي) sehingga menjadi:

اَنْکَحْتُكَ وَ زَوَّجْتُكَ مَخْطُوْبَتَكَ بِنْتِيْ …. عَلَی الْمَهْرِ ….

(Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti …. alal Mahri ….)

Artinya:
“Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu puteriku ….. dengan mahar …..”

Siapapun yang menikahkan, baik ayah mempelai wanita maupun orang lain, maka jawabannya adalah:
قَبِلْتُ نِکَاحَهَا وَ تَزْوِيْجَهَا عَلَي الْمَهْرِ الْمَذْکُوْرِ وَ رَِضِْیتُ بِهِ وَ اللهُ وَلِيُّ التَّوْفِیْقِ

(Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq)

Artinya:
“Aku terima pernikahan dan perkawinannya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah”
2. Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, pernyataan ijab kurang lebih sebagai berikut:

Saya nikahkan engkau, xxxx <nama calon mempelai pria> bin yyyy <nama ayah calon mempelai pria> dengan ananda xxxx <nama calon mempelai wanita> binti yyyy <nama ayah calon mempelai wanita>, dengan mas kawin zzzz <semisal: perhiasan emas 18 karat seberat 20 gram> dibayar <tunai/hutang>

Pernyataan di atas harus segera dijawab oleh calon mempelai pria, tidak boleh ada jeda waktu yang signifikan (sehingga bisa disela dengan pengucapan kabul oleh pihak selain calon mempelai pria), yaitu:

Saya terima nikahnya xxxx <nama calon mempelai wanita> binti yyyy <nama ayah calon mempelai wanita> dengan mas kawin tersebut dibayar <tunai/hutang>

Contoh

Nama-nama di bawah ini merupakan contoh yang sengaja dipilih untuk memudahkan pemahaman artikel

* Calon mempelai pria: Agus Harimurti
* Ayah mempelai pria: Susilo Bambang Yudhoyono
* Calon mempelai wanita: Annisa Larasati
* Ayah mempelai wanita: Aulia Tantawi Pohan

Ijab yang diucapkan Bp. Aulia Tantawi Pohan ingin menikahkan putrinya sendiri (tanpa diwakilkan):

Saya nikahkan engkau, Agus Harimurti bin Susilo Bambang Yudhoyono, dengan putri saya, Annisa Larasati binti Aulia Tantawi Pohan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sejumlah Rp 872.005 dibayar tunai …

Maka, mas Agus Harimurti harus mengucapkan kabul (menjawab) dengan segera (kalau bisa dalam satu nafas):

Saya terima nikahnya, Annisa Larasati binti Aulia Tantawi Pohan dengan mas kawin tersebut tunai.

Setelah mas Agus Harimurti mengucapkan kabul, para saksi mengecek apakah pengucapan ijab dan kabul ini tidak diselingi oleh pernyataan lain. Dengan kata lain, ucapan ijab dari wali mempelai wanita dengan kabul dari mempelai pria harus sambung menyambung tanpa putus, tanpa ada jeda. Jika para saksi menganggap ijab dan kabulnya sambung menyambung, maka biasanya mereka menetapkan bahwa akad nikah yang barusan dilakukan adalah sah, dengan mempertimbangkan terpenuhinya persyaratan rukun nikah.

[sunting] Bahasa Arab

Apabila calon mempelai pria memutuskan untuk menggunakan bahasa Arab untuk ijab & kabul, maka yang perlu diingat adalah lafadz kabul yang harus diucapkan sebagai berikut:

qabiltu nikahaha wa tazwijaha bil-mahril-madzkur

November 8, 2008 Ditulis oleh 4wand4 | ADAT JAWA | | Belum Ada Tanggapan